Blue Light Hazard

“Eyes are not designed to look directly at light —they are designed to see withlight” Dr Celia Sánchez-Ramos Complutense University, Madrid

Salam Keselamatan!

Bulan Puasa jadi bulan yang produktif buat nge-blog hihi. Nah Post kali ini mau share tentang Blue Light Hazard. Mumpung masih seger diingatan karena baru aja ikut Seminar Internasional Higiene Industri yang di-share langsung sama Profesor dari Unversitas Adelaide sana.

Apa sih Blue Light Hazard? Kalo kata AIHA, 2012 (American Industrial Hygiene Association) Blue Light hazard memiliki karakteristik :

The term “blue light hazard” refers to photochemical damage to the retina caused by light. Light in the wavelength range of 400-500 nm (violet, blue, and blue-green) is most detrimental, but all visible light as well as UV-A radiation can contribute to photochemical injury. The risk is related to the radiance (brightness) of the light source as well as the size of the image of the source that is projected onto the retina.

  • Bahaya dari cahaya yang dapat menyebabkan kerusakan photochemical pada retina mata
  • Cahaya dengan kisaran panjang gelombang antara 400-500 nm. Contoh gambarnya kayak begini :Blue+Light+HEV(http://static1.squarespace.com/static/540b6590e4b029a48855471d/t/5428c55ee4b02ef84b7d9c2e/1411958124481/Blue+Light+HEV.png) 
  • Risiko yang didapatkan secara personal tergantung dengan radiasi (brightness) dari sumber cahaya yang diproyeksikan ke retina.

Blue Light (HEV) kalo kita liat gambar di atas termasuk dalam kategori harmful light yang bisa menyebabkan Makular Damage. Apa itu Makular Damage? AMD (Age-Macular Degeneration) adalah nama dari beberapa kondisi ketidaknormalan dari macula (Retina-International.org). Macular Degeneration ini disebabkan oleh Penurunan fungsi makula yang berada di tengah retina yang berisikan reseptor cahaya, khususnya reseptor cahaya kerucut yang berfungsi untuk mendeteksi warna. Makula ini membantu seseorang untuk menulis, membaca, dan tugas-tugas rinci lannya (dikutip dari detik.com). Penurunan fungsi makula ini pula dapat menyebabkan hilangnya penglihatan.

http://www.retina-international.org/eye-conditions/retinal-degenerative-conditions/amd/#1

Gimana sih dampak penglihatannya? Contohnya kayak gini nih.

AMD

AMD umumnya terjadi pada kelompok usia lanjut > 50 tahun karena dampak yang dirasakan baru muncul saat berusia lanjut. Terdapat banyak Faktor Risiko penyebab AMD antara lain yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat luas antara lain merokok, konsumsi banyak lemak, CAHAYA MATAHARI, sering makan makanan kemasan, Obesitas dan Hipertensi (visionaware.org). Nah loh apa hubungannya sama blue light?

Dari Seminar Internasional IIHA lalu, dijelaskan oleh Prof Dino Bahwa Sesungguhnya, Blue Light itu secara alamiah natural ada di matahari. Nah dulu sering banget kita mungkin waktu kecil disuruh Mama atau Bunda untuk ga boleh melihat langsung dengan mata telanjang ke arah matahari tanpa bantuan lensa atau alat apapun. Namun ancaman terkait blue light ini menjadi lebih besar karena sumber blue light saat ini bukan hanya dari cahaya matahari saja, namun juga dhasilkan dari White Light Emitting Diodes (LEDs).

Berdasarkan Jurnal Penelitian yang dikeluarkan oleh Jurnal EHP (Environmental Health Perspective) tahun 2014, Peneliti Chang Ho Yang yang merupakan profesor dan ahli mata dari National Taiwan University mengemukakan bahwa penelitian yang dilakukan pada mencit yang terpajan cahaya White-LED secara langsung menyebabkan kerusakan pada retina. Namun pada penelitian ini tidak menjelaskan paparan sumber buatan (artifisial) tidak langsung seperti yang dialami sebagian besar orang.

Nah kalo kata Profesor di Singapura Seang Mei Saw dari National University of Singapore menjelaskan bahwa Blue light yang dihasilkan outdoor (sinar matahari) could be possible melindungi anak-anak dari efek rabun jauh (Miopi), sedangkan yang indoor atau buatan (artificial) justru memiliki efek berbahaya dan merusak mata.

Sekali lagi, penelitian ini masih sangat minim, dan itupula diakui sama Prof. Dino-nya langsung pada saat presentasi di Seminar Internasional.

K3 di Perusahaan Asing

Halo Assalamualaikum,

This is my first post of this blog. Tujuan buat blog ini adalah pengen banget  mengemas tulisan yang berbau-berbau K3 menjadi bacaan ringan ala-ala anak muda yang bisa dinikmati dan diterima semua kalangan. K3 atau kepanjangan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Indonesia selama ini masih menjadi hal yang jarang untuk didiskusikan di kalangan anak muda. Memang untuk urusan K3, lebih banyak diimplementasikan di Industri baik formal maupun informal, tapi Health and Safety kalo kata orang-orang luar sana itu ga cuma tanggung jawabnya industri atau pemerintah saja, tetapi juga masyarakat luas perlu tau pentingnya K3. Untuk itu pengen banget berbagi ilmu yang saya dapet dari saya bekerja 3 tahun di swasta dan sekarang beralih menjadi PNS di salah satu kementerian yang membawahi urusan K3 di Indonesia.

Sebelum spesifik ke topik-topik mengenai K3 di post-post selanjutnya. Mau share based on experience implementasi K3 di 3 multinational company terkenal di negaranya. Kebetulan 3 tahun kerja di 3 Perusahaan punyanya negara-negara Eropa sana, jadi wow I am thankful could ever be a part of those advance safety system.

  1. Perusahaan multinational company Eropa itu punya high commitment on safety implementationApa sih yang membuat mereka berbeda? Komitmen. Mostly, leader-leader di Perusahaan Eropa udah dicekokin yang namanya Safety Leadership. Dari Presiden Direktur sampe Team Leadernya operator itu harus pernah training safety leadership. Mereka di-brainwash akan pentingnya melaksanakan K3 di tempat kerja. dan bahkan salah satu KPI (Key Performance Indicator) yang output tangible-nya adalah bonus tahunan wajib memenuhi target dari program K3 yang pernah dibuat. Mereka menjadikan K3 bukan hanya sebagai pelengkap bisnis semata, tetapi bagian dari bisnis yang tidak dapat terpisahkan. Perusahaan multinatonal di negara-negara Barat menganggap implementasi K3 di tempat kerja merupakan investasi untuk melindungi aset Perusahaan.
  2. Regulasi dan Standar Pengukuran Terkait dengan K3 Jelas. Di luar negeri, asosiasi profesi, badan-badan Pemerintahan khusus mengenai K3 cukup banyak dan kredibel. Contohnya adalah ACGIH (American Conference of Governmental Industrial Hygienists) yang menjadi kiblat Industrial Hygienist di dunia bahkan termasuk negara kita yang mengadopsi Threshold Limit Value/ Nilai Ambang Batas dari ACGIH ini yang tertuang pada Permenaker 13 tahun 2011. Terdapat pula EU-OSHA (European Agency for Safety and Health at Work) yang berada di Eropa. Terdapat juga NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health) sering mengeluarkan teknik sampling dan standar yang terkait dengan keselamatan kerja. Regulasi yang jelas ini membuat pelaksana kebijakan lebih memahami pelaksanaan K3 di tempat kerja. Bahkan guidance yang dikeluarkan oleh Perusahaan multinational terkait dengan K3 cukup jelas, saya banyak belajar dari tools dan method yang dikeluarkan langsung dari Perusahaan terkait dengan implementasi K3.
  3. Melibatkan K3 dalam setiap proses aktivitas. Sebelum bekerja, rekan-rekan operator harus melaksanakan safety briefing terlebih dahulu. Satu bulan sekali di setiap departemen diadakan HSE meeting membahas isu mengenai K3L di tempat kerja. Sebelum merekrut kontraktor dari yang besar sampe yang kecil tetap memperhatikan aspek K3 dalam evaluasinya. Memang hal ini terdapat pada sistem manajemen K3, namun Perusahaan multinational Eropa ini benar-benar melaksanakan evaluasi secara menyeluruh.
  4. Sistem Reward and Punishment di Bidang K3 Jelas. Peraturan K3 di Perusahaan sangat jelas. Setiap orang berhak untuk menghentikan proses kerja yang tidak aman di tempat kerja. Sebagai contoh di salah satu Perusahaan yang saya pernah bekerja, Operator berani untuk menegur Operation Manager yang  tidak mengenakan safety helmet pada area wajb safety helmet. Selain itu setiap tahun terdapat program rekognisi Best HSE Employee untuk menghargai Karyawan yang memiliki komitmen tinggi terhadap implementasi K3.

Nah.. Poin-Poin di atas cuma secuplis kenapa sih implementasi K3 di Perusahaan Asing, khususnya Multinasional Eropa bisa lebih advance dibanding Perusahaan Lokal maupun Asia.

Bisa dicek link di bawah ini postingan terkait K3 :

Tools Pengukuran Ergonomi – Muscle Fatigue Assessment (MFA) Part 1

Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Behavior Based Safety (Part 2)

Behavior Based Safety (Part 1)

Management of Organizational Changes (MoOC) dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Blue Light Hazard