K3 di Perusahaan Asing

Halo Assalamualaikum,

This is my first post of this blog. Tujuan buat blog ini adalah pengen banget  mengemas tulisan yang berbau-berbau K3 menjadi bacaan ringan ala-ala anak muda yang bisa dinikmati dan diterima semua kalangan. K3 atau kepanjangan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Indonesia selama ini masih menjadi hal yang jarang untuk didiskusikan di kalangan anak muda. Memang untuk urusan K3, lebih banyak diimplementasikan di Industri baik formal maupun informal, tapi Health and Safety kalo kata orang-orang luar sana itu ga cuma tanggung jawabnya industri atau pemerintah saja, tetapi juga masyarakat luas perlu tau pentingnya K3. Untuk itu pengen banget berbagi ilmu yang saya dapet dari saya bekerja 3 tahun di swasta dan sekarang beralih menjadi PNS di salah satu kementerian yang membawahi urusan K3 di Indonesia.

Sebelum spesifik ke topik-topik mengenai K3 di post-post selanjutnya. Mau share based on experience implementasi K3 di 3 multinational company terkenal di negaranya. Kebetulan 3 tahun kerja di 3 Perusahaan punyanya negara-negara Eropa sana, jadi wow I am thankful could ever be a part of those advance safety system.

  1. Perusahaan multinational company Eropa itu punya high commitment on safety implementationApa sih yang membuat mereka berbeda? Komitmen. Mostly, leader-leader di Perusahaan Eropa udah dicekokin yang namanya Safety Leadership. Dari Presiden Direktur sampe Team Leadernya operator itu harus pernah training safety leadership. Mereka di-brainwash akan pentingnya melaksanakan K3 di tempat kerja. dan bahkan salah satu KPI (Key Performance Indicator) yang output tangible-nya adalah bonus tahunan wajib memenuhi target dari program K3 yang pernah dibuat. Mereka menjadikan K3 bukan hanya sebagai pelengkap bisnis semata, tetapi bagian dari bisnis yang tidak dapat terpisahkan. Perusahaan multinatonal di negara-negara Barat menganggap implementasi K3 di tempat kerja merupakan investasi untuk melindungi aset Perusahaan.
  2. Regulasi dan Standar Pengukuran Terkait dengan K3 Jelas. Di luar negeri, asosiasi profesi, badan-badan Pemerintahan khusus mengenai K3 cukup banyak dan kredibel. Contohnya adalah ACGIH (American Conference of Governmental Industrial Hygienists) yang menjadi kiblat Industrial Hygienist di dunia bahkan termasuk negara kita yang mengadopsi Threshold Limit Value/ Nilai Ambang Batas dari ACGIH ini yang tertuang pada Permenaker 13 tahun 2011. Terdapat pula EU-OSHA (European Agency for Safety and Health at Work) yang berada di Eropa. Terdapat juga NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health) sering mengeluarkan teknik sampling dan standar yang terkait dengan keselamatan kerja. Regulasi yang jelas ini membuat pelaksana kebijakan lebih memahami pelaksanaan K3 di tempat kerja. Bahkan guidance yang dikeluarkan oleh Perusahaan multinational terkait dengan K3 cukup jelas, saya banyak belajar dari tools dan method yang dikeluarkan langsung dari Perusahaan terkait dengan implementasi K3.
  3. Melibatkan K3 dalam setiap proses aktivitas. Sebelum bekerja, rekan-rekan operator harus melaksanakan safety briefing terlebih dahulu. Satu bulan sekali di setiap departemen diadakan HSE meeting membahas isu mengenai K3L di tempat kerja. Sebelum merekrut kontraktor dari yang besar sampe yang kecil tetap memperhatikan aspek K3 dalam evaluasinya. Memang hal ini terdapat pada sistem manajemen K3, namun Perusahaan multinational Eropa ini benar-benar melaksanakan evaluasi secara menyeluruh.
  4. Sistem Reward and Punishment di Bidang K3 Jelas. Peraturan K3 di Perusahaan sangat jelas. Setiap orang berhak untuk menghentikan proses kerja yang tidak aman di tempat kerja. Sebagai contoh di salah satu Perusahaan yang saya pernah bekerja, Operator berani untuk menegur Operation Manager yang  tidak mengenakan safety helmet pada area wajb safety helmet. Selain itu setiap tahun terdapat program rekognisi Best HSE Employee untuk menghargai Karyawan yang memiliki komitmen tinggi terhadap implementasi K3.

Nah.. Poin-Poin di atas cuma secuplis kenapa sih implementasi K3 di Perusahaan Asing, khususnya Multinasional Eropa bisa lebih advance dibanding Perusahaan Lokal maupun Asia.

Bisa dicek link di bawah ini postingan terkait K3 :

Tools Pengukuran Ergonomi – Muscle Fatigue Assessment (MFA) Part 1

Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Behavior Based Safety (Part 2)

Behavior Based Safety (Part 1)

Management of Organizational Changes (MoOC) dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Blue Light Hazard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s