Management of Organizational Changes (MoOC) dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Perubahan organisasi dalam suatu Perusahaan tidak dapat dipungkiri. Pada saat perubahan tersebut tidak terencana dan terimplementasi dengan baik akan mempengaruhi performa Perusahaan sehingga dapat menyebabkan situasi yang berbahaya bagi Perusahaan. Perubahan organisasi dapat meningkatkan performa kerja Perusahaan jika seluruh aspek seperti keuangan, kualitas, security, keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan dapat terencana dengan pendekatan holistik.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bisnis dalam Perusahaan. Dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3), terdapat beberapa posisi di Perusahaan yang merupakan posisi “kritis” yang terkait dengan K3. Contoh perubahan organisasi antara lain, pengurangan tenaga kerja dalam Perusahaan yang berakibat buruk jika pekerja yang mengalami proses pengurangan tersebut memiliki tanggung jawab dan pengetahuan akan K3. Selain itu perubahan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada pekerja baru yang sebelumnya tidak memiliki peran dalam mengelola K3. Jika posisi-posisi kritis yang terkait dengan K3 tersebut mengalami perubahan atau pengurangan, maka diperlukan pengelolaan organisasi untuk mencegah terjadinya kerugian khususnya di bidang K3 dan pengelolaan risiko yang sesuai.

Faktor Risiko dari perubahan organisasi dalam suatu Perusahaan dapat melingkupi berbagai aspek antara lain, performa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kesalahan dalam estimasi beban kerja (workload), timbulnya bahaya dikarenakan tidak terencananya pengelolaan perubahan organisasi, kurangnya perhatian terhadap masa transisi pada perubahan organisasi, baik secara pekerjaan maupun tanggung jawab. Berbagai faktor risiko tersebut dapat dikelola dengan memperhatikan standar minimal akan apa yang harus dilakukan dalam pengelolaan perubahan organisasi.

Pada pelaksanaan pengelolaan atau manajemen perubahan organisasi harus dirancang sebelum diputuskannya suatu perubahan dalam organisasi tersebut. Hasil review tersebut harus selesai sebelum perubahan organisasi tersebut terjadi. Manajemen perubahan organisasi harus dievaluasi oleh pihak-pihak terkait yang memiliki tugas yang sama ataupun familiar dengan tugas dan tanggung jawab tersebut. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi manajemen perubahan organisasi antara lain :

  1. Identifikasi apakah dapat muncul risiko baru ataupun risiko yang akan dialami serta critical task yang akan memberikan dampak pada organisasi jika terdapat perubahan organisasi Perusahaan.
  2. Setelah critical task dapat teridentifikasi, review terhadap posisi atau bagian dari organisasi yang mengalami perubahan (new or modified). Contohnya posisi yang sama tetapi memiliki tanggung jawab K3 yang berbeda, posisi yang sama tetapi memiliki tanggung jawab K3 yang baru (sebelumnya belum pernah dilakukan), ataupun posisi yang baru dengan tanggung jawab yang baru pula. Dapat menggunakan checklist untuk assessment individu yang akan mengalami perubahan organisasi, dinilai secara teknis, maupun Jika terdapat “gap” setelah penilaian individu maka diperlukan langkah selanjutnya untuk memperkecil “gap” yang terjadi. Misalnya, secara teknis individu tersebut kurang memahami K3, maka diperlukan pelatihan K3 yang terkait.
  3. Lakukan verifikasi terhadap beban kerja pada organisasi yang baru. Diperlukan pelaksanaan workload analysis untuk memverifikasi beban kerja pada organisasi dengan tujuan tercapainya balanced workload.

  4. Komunikasikan perubahan yang terjadi kepada pihak yang terkait, dilakukan lebih baik secara tertulis. Update dokumen-dokumen terkait seperti prosedur, instruksi kerja, job description, dan lainnya sehingga perubahan dapat terdokumentasi dengan baik.
  5. Revisi atau menambahkan tugas dan tanggung jawab yang baru pada pekerja yang mengalami perubahan organisasi dalam objective target pada penilaian akhir tahun.
  6. Pastikan perubahan yang terjadi dapat sejalan dengan ISO System (jika ada). Review bersama dengan pekerja yang mengalami perubahan fungsi sehingga ISO System dapat terus berjalan dan terimplementasi dengan baik.
  7. MoOC Diagram
    Diagram Bagan Alur Identifikasi Pelaksanaan MoOC (OSHA, 2009)

    Manajemen perubahan organisasi terkadang tidak tersentuh oleh manajemen Perusahaan, khususnya perubahan yang dapat berdampak pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Padahal hal tersebut sangat penting dilakukan untuk menghindari dampak yang buruk bagi Perusahaan seperti kecelakaan, kebakaran, fatality dan lain sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah yang tepat dalam mengevaluasi sebelum perubahan organisasi tersebut terjadi.

*Terdapat beberapa checklist untuk melaksanakan management of organizational changes ini. Jika pembaca ingin melihat contohnya dapat email terlebih dahulu ke : safetyinyourheart@gmail.com 🙂

Salam Keselamatan!