Pengalaman Tes IELTS di Makassar Part 1- Persiapan

Hello!

Postingan kali ini memang agak kurang nyambung dibanding dengan 3 postingan sebelumnya. Tapiii.. karena saya berjanji sama diri saya untuk share pengalaman IELTS di Makassar kalo berhasil mencapai nilai minimal untuk overall score 6.5 jadi saya mau share mulai dari pra-persiapan, persiapan, pada saat tes sampai hasil tesnya keluar. Oia saya juga tidak mengambil kelas persiapan IELTS alias penuh kenekatan. Tujuan saya tes IELTS adalah sebagai persyaratan untuk apply beasiswa LPDP. Link terkait LPDP bisa diliat di disini Life Path : Beasiswa LPDP The Series – Seleksi Administrasi dan Life Path : Seleksi Beasiswa LPDP -Memilih Universitas

Pra-Persiapan tes IELTS

 Kenapa saya bilang Pra Persiapan? Karena di masa inilah saya bergalau-galau ria untuk memutuskan apakah ikut Preparation Class IELTS atau enggak. H-1 bulan tes IELTS saya baru tertarik untuk ikut Beasiswa LPDP batch IV di tahun 2016 ini yang kebetulan proses seleksi administrasinya akan tutup di tanggal 14 Oktober 2016. Tadinya udah putus harapan untuk ikut beasiswa Luar Negeri, karena kalo cuma berbekal TOEFL ITP yang saya dapatkan hampir 2 tahun yang lalu,skor saya masih kurang dari yang dipersyaratkan (masih 540, persyaratan : 550). Kebetulan tujuan Universitas saya adalah Australia yang pastinya mempersyaratkan IELTS untuk proses mendapatkan LoA-nya., alhasil saya bertekad untuk ikut tes IELTS, tapi masih belum tau kapan akan ikut tes IELTS.

Karena saya mengejar seleksi administrasi LPDP yang ditutup tanggal 14 Oktober, maka saya mencari informasi jadwal tes IELTS terdekat, ternyata jatuh di tanggal 24 September 2016. Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari Simulasi Gratisan! Karena biaya tes IELTS mahalnya bukan main dan saya belum terbiasa dengan soal-soal IELTS. Waktu itu saya dapet informasinya dari twitter IDP Makassar @IDPMakassar mengenai simulasi IELTS dan gratisan. Dari simulasi IELTS di IDP Makassar saya mendapatkan nilai Listening 2.5, Reading 7.0, Writing 6.5. Kebetulan Simulasi IELTS di IDP Makassar tidak dengan Speaking test, karena katanya yang bisa menilai speaking adalah native speakernya langsung. Tapi gapapa namanya juga gratisannn.. Dari Pengalaman simulasi itu saya siyook dengan nilai listening saya yang jeblok parah. Dari situ saya berpikir untuk ikut IELTS Preparation Class.

Saya mulai cari informasi untuk Preparation Class, baca di blog dan informasi dari temen-temen yang ikut simulasi di IDP, akhirnya banyak yang menyarankan untuk preparation di ELC Makassar, yang juga mengeluarkan sertifikat resmi IELTS di Makassar. Hari Sabtunya (27 Agustus 2016), saya langsung menuju ELC untuk daftar IELTS Preparation Class. Dari situ saya diminta untuk simulasi IELTS lagi untuk mengetahui kemampuan saya apakah saya memiliki basic English, Tapi di sana saya tidak diberitahu nilai saya yang pasti saya jujur bahwa kelemahan saya adalah listening dan writing haha! Sayangnya, karena saya mengejar untuk batch IV LPDP, ELC masih belum membuka kelas dan saya akan dikabari jika jumlah minimal peserta kelas persiapan IELTS terkumpul.

Persiapan

Hingga tanggal 14 September 2016 saya masih belum memustuskan apakah jadi ikut tes IELTS sesungguhnya atau enggak. Karena saya merasa butuh tutor untuk mengecek writing task saya, saya berharap ELC segera membuka kelas Persiapan IELTS. Akan tetapi akhirnya pada tanggal 15 September 2016, saya bertekad untuk nekat ikut tes IELTS sesungguhnya tanpa Kelas Persiapan. Di samping harga tes IELTS dan  IELTS Class Preparation yang mahal, maka saya anggap jika saya gagal mencapai nilai minimum di first attempt, tes IELTS tersebut adalah simulasi. Untuk Tes IELTS di IDP waktu itu saya mengeluarkan biaya sebesar 2750.000,- (T.T). Nominal inilah yang membuat saya tergerak untuk membuat jadwal belajar pada H-7 hari tes IELTS.

Saya benar-benar memulai intensif latihan pada hari Minggu 18 September 2016. Sehari sebelumnya saya print untuk reading task Cambridge 8,9,10. Oiya saya kebanyakan belajar IELTS dari Cambridge IELTS yang bisa kamu dapatkan by searching it from google. Strategi saya adalah belajar Listening dan Reading belajar  di rumah melalui module Cambridge IELTS yang tadi saya sebutkan dan belajar writing task di Kantor. Di sela-sela jam kantor, saya curi-curi untuk akses writing task di http://www.ielts-exam.net/IELTS-Writing-Samples/ielts-writing.htm dan http://ielts-simon.com/. Sistem pembelajaran yang saya lakukan adalah menonton video IELTS writing di youtube dan mempraktekannya pada soal. Setelah selesai, saya mereview hasil essay yang saya buat dan membandingkannya dengan sample soal yang terdapat pada situs tersebut.  Tidak lupa juga saya mencatat hal-hal baru yang saya dapat untuk memperkaya perbendaharaa kata. Sistem belajar writing task ini saya lakukan secara intensif selama 5 hari kerja. 19 – 23 September 2016.

Untuk Speaking, saya belajar melalui aplikasi IELT Speaking yang saya unduh secara gratis di Apple Store. Aplikasi ini cukup membantu saya untuk mengenal tipe soal speaking yang kemungkinan dapat keluar di tes IELTS sesungguhnya, akan tetapi saya tidak bisa mengetahui score speaking pada latihan saya karena harus membayar sekitar 500 ribu (gamau rugi). Sistem kerja aplikasi ini adalah kita seperti berbicara dengan examiner dan dapat mendengar kembali percakapan kita, jadi kita bisa evaluasi pronounce kita, ataupun perbendaharaan kata yang digunakan dan dapat disimpan jika kita ingin mendengarnya kembali.

Whoaa masih banyak lagi yang ingin saya ceritakan. Stay tuned on the next Chapter, TES IELTS ! 🙂