Behavior Based Safety (Part 2)

Helaw!

Menyambung part 1 tentang bagaimana sih implementasi Program Behavior Based Safety di tempat kerja? gimana sih ngukur perilaku? gimana sih outputnya? Baiklah mari kita diskusi bareng-bareng. Berdasarkan keilmuan saya yang cukup cetek ini, sekali lagi, ini hanya berdasarkan pengalaman saya di dunia kerja dan beberapa literatur yang saya dapatkan.

Behavior Based Safety (BBS) adalah aplikasi sistematis tentang perilaku manusia pada masalah keselamatan di tempat kerja yang memasukkan proses umpan balik secara langsung dan tidak langsung. BBS lebih menekankan aspek perilaku manusia terhadap terjadinya kecelakaan di tempat kerja. BBS dapat juga diartikan sebagai proses pendekatan untuk meningkatkan K3L dengan jalan menolong sekelompok pekerja untuk mengidentifikasi perilaku yang berkaitan dengan K3, mengumpulkan data kelompok pekerja, memberikan feedback dua arah mengenai perilaku K3 dan mengurangi dan meniadakan hambatan sistem untuk perkembangan lebih lanjut.

Nah, dalam BBS ini ada proses mengamati dan umpan balik. Fungsinya apa? kalo berdasarkan teori Bradley Curve di Postingan sebelumnya, kita tau bahwa untuk mencapai budaya keselamatan yang interdependen, tanggung jawab K3 bukan hanya untuk orang yang bekerja di bidang K3 saja, tetapi merupakan tanggung jawab semua karyawan. Di Program BBS ini lah karyawan dilatih untuk melaksanakan observasi dan memberikan feedback kepada rekan kerja maupun atasannya dari perilaku yang kurang aman atau dapat membahayakan dirinya maupun orang lain.

Apa sih tujuan dari BBS ini?

Tujuan Implementasi BBS

  1. Menciptakan lingkungan kerja dengan kondisi perilaku pekerja zero harm yang akan mendukung zero accident di lingkungan kerja.
  2. Mengurangi terjadinya at Risk-Behavior.
  3. Merubah kebiasaan dan mindset pekerja untuk senantiasa bekerja dengan aman dan selamat.

Manfaatnya gimana?

Manfaat Implementasi BBS

  1. Penurunan angka laporan kejadian kecelakaan kerja.
  2. Menciptakan lingkungan kerja yang aman dengan menciptakan safety culture (Budaya K3) yang kuat dan mengakar dengan baik di lingkungan kerja.
  3. Mengurangi angka accident rate dan kerugian akibat kecelakaan kerja.
  4. Investasi jangka panjang (bertahan dalam jangka waktu yang lama)
  5. Upaya proaktif meminimalkan potensi kecelakaan yang disebabkan human factor.

Menurut  COAA (Construction Owner Association of Alberta) : Behavior Based Safety Practice dipetakan sebagai berikut :

bbs-flowchart-2

Nah gitu deh kira-kira proses pemetaannya, nah konsep sederhananya BBS harus memiliki komponen-komponen sebagai berikut:

Dalam implementasi BBS diperlukan komitmen yang tinggi dari pucuk pimpinan maupun seluruh karyawan yang terlibat.  Sumber Daya Manusia yang perlu dipersiapkan dalam implementasi BBS antara lain :

  1. Steering Committee atau Tim yang membahas temuan, mengagendakan pelatihan dan mengusulkan perbaikan.
  2. Observer yang sudah ditraining teknik melaksanakan observasi perilaku di lapangan.
  3. Tim Pembahas Permasalahan yang terdiri dari manajemen atau pengambil keputusan.

Pengen banget share bagaimana sih alur sederhananya yang berupa ilustrasi yang lebih dimengerti, tapi karena siklus ini sepertinya copyright, jadi kalo mau tau lebih lanjut leave your email on comment box aja ya?

Nah, supaya temen-temen bisa dapet gambaran, terus gimana kelanjutannya itu observasi BBS. Berikut saya berikan gambaran sederhana langkah-langkah observasi Behavior Based Safety di Perusahaan.

Langkah-langkah pelaksanaan observasi

  1. Persiapkan Checklist formulir yang sudah berisikan item-item perilaku kritis (Critical Behavior Inventory) dari hasil identifikasi perilaku tidak aman di tempat kerja. Kalo mau contoh seperti apa sih Critical Behavior Inventory, Leave your message on comment box yaaa.
  2. Persiapan pengamatan dengan meninjau item-item pada checklist yang tersedia
  3. Memulai pengamatan dengan menginformasikan pelaksanaan observasi dan menjelaskan proses observasi.
  4. Selama pengamatan, fokus pada pekerja yang diobservasi dan checklist serta catat pada formulir yang tersedia.
  5. Setelah pengamatan selesai, berikan umpan balik kepada pekerja yang diobservasi mengenai perilaku aman dan berisiko. Tanyakan kepada pekerja mengapa pekerja tersebut melaksanakan perilaku yang tidak aman, tuliskan dalam kolom komentar. Setelah selesai hitung % SAFE dengan rumus sebagai berikut:safe

Nah kurleb, segitu tentang Behavior Based Safety, masih banyak sebenernya yang pengen banget dishare, terutama pengalaman-pengalaman jadi fasilitator BBS, Rapat Steering Committee itu kayak apa dan bagaimana ketemu sama sponsor untuk omit barrier remove. Ahh berbicara tentang K3 memang tidak ada habisnya. See you on the next chapter! (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s