Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Halo teman-teman semua!

Kali ini mau posting mengenai Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dulu waktu kuliah agak kurang tertarik sama mata kuliah ini. Tapi, seiring berjalannya waktu, ternyata Promosi K3 di tempat kerja ini salah satu yang bisa “ngena” dan bersemayam di benaknya teman-teman pekerja. Pernah di salah satu event, ada seorang teman yang mengeluh kenapa di Pabrik ini malah lebih ngurusin event-event yang katanya ga penting ini, such as safety day, sustainability day, BBS? But uhm, sorry.. ga penting? tapi saya dapet jawaban super wise dari operation manager. Kita ga pernah tau kalo event “kayak gini” itu yang justru secara tidak langsung membuat kita bertahan untuk achieve 15 tahun without Lost Time Injury. Jleppp!

Promosi K3 di Perusahaan makin semarak di beberapa tahun belakangan dengan adanya Bulan K3 nasional yang dicanangkan Pemerintah dan Kementerian Ketenagakerjaan. Hal ini sangat positif mengingat jaman saya masih menjadi wanita dengan safety shoes, gaung-gaung ini tidak sampai ke Perusahaan tempat saya bekerja dulu.

anyway.. Sebelum kita bahas mengenai Promosi K3, ada baiknya kita tau dulu apa sih Promosi Kesehatan.

Menurut WHO,

Health promotion enables people to increase control over their own health. It covers a wide range of social and environmental interventions that are designed to benefit and protect individual people’s health and quality of life by addressing and preventing the root causes of ill health, not just focusing on treatment and cure.

Jadi, kalo kita sederhanakan, Promosi Kesehatan membuat seseorang untuk meningkatkan pengendalian terhadap kesehatannya sendiri (dalam hal ini perubahan perilaku) dengan intervensi lingkungan dan sosial yang mempengaruhi kesehatan seseorang untuk menuju hidup yang berkualitas dengan pencegahan penyebab terjadinya penyakit yang tidak hanya fokus pada pengobatan.

Bahasa singkatnya MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI :p

Bagaimana dengan Promosi K3? kurang lebih sama, tetapi fokusnya ke pekerja, tempat kerja, dimana orang-orang dengan usia produktif dan sehat berada.

Untuk apa sih Promosi K3? Promosi K3 pasti dong punya manfaat :

Untuk Manajemen

  • Meningkatkan dukungan terhadap PKDTK
  • Citra perusahaan positif
  • Meningkatnya moral pekerja
  • Menurunnya PHK
  • Menurunnya angka absensi
  • Meningkatkan produktivitas
  • Menurunnya biaya kesehatan/asuransi

Untuk Pekerja

  • Meningkatkan percaya diri
  • Meningkatnya produktivitas
  • Menurunnya risiko penyakit
  • Menurunnya stress
  • Meningkatkan kepuasan dan semangat kerja
  • Meningkatkan pengetahuan pencegahan penyakit
  • Meningkatkan kesehatan individu
  • Meningkatkan kesehatan keluarga

Untuk membuat promosi kesehatan di tempat kerja ga bisa asal-asalan brosis. ga boleh seenak jidat, harus sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan supaya sasaran perubahan perilakunya tepat. Nah kalo sesuai teori Promosi K3 harus memenuhi prinsip sebagai berikut :

  1. Komprehensif –> Menggabungkan antara intervensi individu dan organisasi yg dpt menciptakan lingk.kerja yg sehat dan aman.
  2. Partisipasi dan Pemberdayaan –> Seluruh pegawai terlibat dalam menentukan kebutuhan dan solusi
  3. Kerjasama multisektoral –> Melibatkan berbagai sektor dan profesional untuk mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan
  4. Keadilan sosial –> Seluruh pekerja terlibat dalam program, tanpa membeda-bedakan.
  5. Berkesinambungan –> Disesuaikan dengan budaya kerja agar dapat berkelanjutan.

Tahapan Pelaksanaan

  1. Komitmen Manajemen : INI PENTING! tanpa komitmen manajemen apalah arti Promosi K3 di tempat kerja. Beberapa kali di setiap kesempatan saya bisa share mengenai Promosi K3 ini, saya selalu menekankan pentingnya komitmen manajemen. Contohnya, untuk mengumpulkan sejumlah pekerja shift dalam suatu ruangan aja pasti manajernya ngitung harus bayar lembur berapa, mesin harus mati berapa menit, harus alokasiin biaya berapa, harus ngaturnya gimana dll. Hal-hal kayak begini butuh komitmen yang kuat dari para manajer.
  2. Koordinasi : untuk mbikin, planning, mikir, eksekusi Promosi K3 ini butuh koordinasi. Nah biasanya kalo di Perusahaan itu orang HSE cuma ada 2 – 3 orang atau mungkin sukur-sukur Perusahaan besar punya departemen sendiri tapi so far, departemen HSE itu orangnya dikiittt, agak mustahil kalo ngelola Promosi K3 sendirian, jadi perlu banget koordinasi atau bikin panitia kecil dari berbagai departemen untuk berpartisipasi dalam Promosi K3.
  3. Rekognisi Kebutuhan : di tahap ini kita harus tau, Promosi K3 apa yang kita butuhkan? taunya dari mana? dari data absensi pekerja, dari isu yang sedang hangat (misalnya virus avian flu dll), dari trend kecelakaan kerja, lifestyle pekerja, laporan bahaya di tempat kerja dan lainnya yang sangat erat kaitannya dengan pekerja dan tempat kerja kita.
  4. Prioritas : Kalo udah banyak banget program yang mau dibuat, kudu di list. PILIH YANG PALING URGENT. Bisa diliat urgensi-nya dari program yang mau dibuat. Karena kita tau Perusahaan itu bukan yayasan sosial, tetapi tempat mencari keuntungan (profit). Ga mungkin dong kita maksain sesuatu yang ga bisa kita raih.
  5. Perencanaan : di tahap ini kita udah nentuin Program Promosi K3 apa yang mau kita laksanakan. Setelah itu kita rencanakan, kita mau ngapain sih, bagaimana cara kita deliver promosi kesehatan ini, siapa aja yang terlibat, biayanya berapa, dan yang peling penting KAPAN dan SAMPAI KAPAN dilaksanakan Promosi K3 ini.
  6. Pelaksanaan : nah tinggal eksekusi nih. Kalo planningnya udah cakep, eksekusinya mantep, Insya Allah lancaaarrr
  7. Evaluasi : Jangan dikira abis pelaksanaan kita bisa leyeh-leyeh. Boleh aja sih tapi inget tahap ini cukup penting karena di tahap evaluasi inilah kita mengukur efektivitas dari Promosi K3 ini, apakah berjalan dengan baik, sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, hambatan ada apa enggak, dan yang paling penting tepat sasaran gaaa? Baru kita sampaikan ke Top Management.
  8. Perbaikan : Dari tahap evaluasi lanjut ke tahap akhir yaitu perbaikan, di tahap ini karena udah pengalaman sama promosi K3 sebelumnya, kita bisa tentukan apa yang harus kita perbaiki ke depannya supaya Promosi K3nya lantjarr jaya, sasarannya tepat, dan hambatannya bisa dikendalikan.

Nah gitu deh secuplik tentang Promosi K3 di tempat kerja. Kalo mau liat-liat contoh mengenai Promosi K3 di tempat kerja cuss gambar di bawah ini beberapa yang bisa dilakukan yaaa

Promosi K3

Life Path : Seleksi Beasiswa LPDP -Memilih Universitas

Dalam pencarian dan seleksi beasiswa baik LPDP maupun beasiswa lainnya, temen-temen pasti bingung untuk memilih universitas, mau daftar dimana, universitas apa, negara mana yes? Kalo saya pribadi menentukan saya mau kuliah dimana hingga dapetin Letter of Acceptance itu ga bisa sembarangan, yang terpenting adalah cari restu, pilih negara tujuan, research universitas, dan penentuan pilihan!

Restu pasangan/orang tua :

ini penting. Jadi ceritanya karena saya sudah menikah dan belum memiliki anak dengan kondisi saya dan suami masih jauh-jauhan (saya di Makassar dan suami di Papua), penting bagi saya untuk mendapatkan restu suami. Niat untuk melanjutkan perkuliahan sudah ada sejak 3 tahun setelah saya lulus. Di kala itu saya bujuk suami saya agar saya bisa ikut beasiswa tetapi selalu ditolak, sampai pada pertengahan 2016 akhirnya suami saya luluh dan mengizinkan saya untuk ikut seleksi beasiswa luar negeri, dengan batasan negara Asia atau Australia. Saya pilih Australia.

Research Universitas di Negara Tujuan :

Kenapa saya pilih Australia? Pertama, saya sangat ingin kuliah di Negara berbeda ras, bukan rasis tapi lebih ke- pengen tau juga budaya yang cukup berbeda (jadi Singapura, Malaysia udah ga saya masukkan dalam list), Jepang, Cina, thailand, Korea ga saya pilih  juga karena saya merasa akan lebih lama lagi kalo saya belajar bahasanya meski bisa saja saya apply Kelas Internasional namun, kesehariannya pun saya harus belajar bahasa sehari-harinya (emang dasar males belajar lagi aja sih :p) jadilah saya pilih Australia yang secara geografis deket sama Indonesia, mother tonguenya English, dan bagus dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (sesuai peminatan jurusan untuk Master saya). Setelah saya mantap dengan Australia (sebenernya setelah itu apply juga ke University of Birmingham :p) saya mulai mencari Universitas. Australia punya banyak universitas berskala internasional. Bahkan, beberapa universitas di sana bertengger di 50 besar universitas terbaik world wide versi QS University ranking. Setelah search, universitas -universitas terbaik di Australia, sampailah saya berhadapan dengan pilihan Group of Eight-nya Universitas di Australia. Oiya apa itu Group of Eight? Group of Eight adalah delapan Perguruan tinggi terbaik di Australia. Apa aja? antara lain The University of Melbourne Australia, The Australia National University di Canberra, The University of Sydney, The University of Queensland, Monash University, The University of New South Wales, The University of Western Australia, dan The University of Adelaide. Setelah dapet top uni-nya Aussie, saya mulai search jurusan peminatan saya yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Occupational Health and Safety). Dari ke semua top universitas tersebut, ternyata hanya ada 2 universitas yang masuk dalam pencarian saya, yaitu The University of Queensland (Master of Occupational Health and Safety Science) dan Monash University (Master of Occupational and Environmental Health). Oiya dalam pencarian ini saya tidak hanya mengandalkan website masing-masing kampus saja, tetapi juga saya menghadiri beberapa acara yang menghadirkan perwakilan-perwakilan universitas. Dari situ saya tau bahwa Adelaide uni dan UNSW tidak lagi membuka program untuk Master of Safety Science. Selain group of eight, saya juga search universitas lain yang juga bagus seperti RMIT, QUT, dll. Tetapi di RMIT hanya menyediakan kelas jarak jauh (dimana tidak dicover oleh beasiswa LPDP).

Penentuan Pilihan Universitas :

Setelah riset kecil-kecilan mengenai universitas di Australia, sampailah saya dihadapkan dengan dua pilihan. UQ atau Monash Uni. Dari segi world wide ranking, UQ lebih unggul dibandingkan dengan Monash Uni. Namun ketika saya search (forum mahasiswa) untuk bidang Kesehatan, Monash uni seperti sedikit lebih unggul dibandingkan UQ. Dari segi kota untuk ditinggali, UQ yang terletak di St. Lucia Brisbane lebih sepi dibandingkan Monash uni yang terletak di Clayton (dekat Melbourne) yang lebih metropolitan. Cuaca di Brisbane pun tidak terlalu berbeda dengan Indonesia, dbandingkan dengan Melb yang lebih sejuk. Sejujurnya, saya yang sedari kecil tumbuh di Kota besar agak tertarik untuk tinggal di Melbourne (hihi). Tapi kembali lagi ke pilihan saya lebih spesifik ke bidang studi Master Occupational Health and Safety Science, UQ menurut pendapat saya lebih unggul karena memiliki S1 (bachelor) spesifik di bidang K3, selain itu UQ pernah bekerja sama dengan Kementerian saya di sekitar tahun 90an. Setelah saya search pun informasi mengenai kuliah di UQ dan kota Brisbane masih sedikit dibandingkan cerita kehidupan di Melbourne. Hal ini menjadi peluang bagi saya untuk bisa bercerita dan explore lebih banyak ketika saya sudah berkuliah disana nanti. Sounds interesting yes!

Dari seluruh alasan di atas saya akhirnya mantap memilih The University of Queensland, sebagai kampus tujuan saya untuk melanjutkan gelar Master saya.

Feel so excited! Next chapter saya cerita-cerita gimana dapetin LoA yaa 🙂