Life Path : Seleksi Beasiswa LPDP -Memilih Universitas

Dalam pencarian dan seleksi beasiswa baik LPDP maupun beasiswa lainnya, temen-temen pasti bingung untuk memilih universitas, mau daftar dimana, universitas apa, negara mana yes? Kalo saya pribadi menentukan saya mau kuliah dimana hingga dapetin Letter of Acceptance itu ga bisa sembarangan, yang terpenting adalah cari restu, pilih negara tujuan, research universitas, dan penentuan pilihan!

Restu pasangan/orang tua :

ini penting. Jadi ceritanya karena saya sudah menikah dan belum memiliki anak dengan kondisi saya dan suami masih jauh-jauhan (saya di Makassar dan suami di Papua), penting bagi saya untuk mendapatkan restu suami. Niat untuk melanjutkan perkuliahan sudah ada sejak 3 tahun setelah saya lulus. Di kala itu saya bujuk suami saya agar saya bisa ikut beasiswa tetapi selalu ditolak, sampai pada pertengahan 2016 akhirnya suami saya luluh dan mengizinkan saya untuk ikut seleksi beasiswa luar negeri, dengan batasan negara Asia atau Australia. Saya pilih Australia.

Research Universitas di Negara Tujuan :

Kenapa saya pilih Australia? Pertama, saya sangat ingin kuliah di Negara berbeda ras, bukan rasis tapi lebih ke- pengen tau juga budaya yang cukup berbeda (jadi Singapura, Malaysia udah ga saya masukkan dalam list), Jepang, Cina, thailand, Korea ga saya pilih  juga karena saya merasa akan lebih lama lagi kalo saya belajar bahasanya meski bisa saja saya apply Kelas Internasional namun, kesehariannya pun saya harus belajar bahasa sehari-harinya (emang dasar males belajar lagi aja sih :p) jadilah saya pilih Australia yang secara geografis deket sama Indonesia, mother tonguenya English, dan bagus dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (sesuai peminatan jurusan untuk Master saya). Setelah saya mantap dengan Australia (sebenernya setelah itu apply juga ke University of Birmingham :p) saya mulai mencari Universitas. Australia punya banyak universitas berskala internasional. Bahkan, beberapa universitas di sana bertengger di 50 besar universitas terbaik world wide versi QS University ranking. Setelah search, universitas -universitas terbaik di Australia, sampailah saya berhadapan dengan pilihan Group of Eight-nya Universitas di Australia. Oiya apa itu Group of Eight? Group of Eight adalah delapan Perguruan tinggi terbaik di Australia. Apa aja? antara lain The University of Melbourne Australia, The Australia National University di Canberra, The University of Sydney, The University of Queensland, Monash University, The University of New South Wales, The University of Western Australia, dan The University of Adelaide. Setelah dapet top uni-nya Aussie, saya mulai search jurusan peminatan saya yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Occupational Health and Safety). Dari ke semua top universitas tersebut, ternyata hanya ada 2 universitas yang masuk dalam pencarian saya, yaitu The University of Queensland (Master of Occupational Health and Safety Science) dan Monash University (Master of Occupational and Environmental Health). Oiya dalam pencarian ini saya tidak hanya mengandalkan website masing-masing kampus saja, tetapi juga saya menghadiri beberapa acara yang menghadirkan perwakilan-perwakilan universitas. Dari situ saya tau bahwa Adelaide uni dan UNSW tidak lagi membuka program untuk Master of Safety Science. Selain group of eight, saya juga search universitas lain yang juga bagus seperti RMIT, QUT, dll. Tetapi di RMIT hanya menyediakan kelas jarak jauh (dimana tidak dicover oleh beasiswa LPDP).

Penentuan Pilihan Universitas :

Setelah riset kecil-kecilan mengenai universitas di Australia, sampailah saya dihadapkan dengan dua pilihan. UQ atau Monash Uni. Dari segi world wide ranking, UQ lebih unggul dibandingkan dengan Monash Uni. Namun ketika saya search (forum mahasiswa) untuk bidang Kesehatan, Monash uni seperti sedikit lebih unggul dibandingkan UQ. Dari segi kota untuk ditinggali, UQ yang terletak di St. Lucia Brisbane lebih sepi dibandingkan Monash uni yang terletak di Clayton (dekat Melbourne) yang lebih metropolitan. Cuaca di Brisbane pun tidak terlalu berbeda dengan Indonesia, dbandingkan dengan Melb yang lebih sejuk. Sejujurnya, saya yang sedari kecil tumbuh di Kota besar agak tertarik untuk tinggal di Melbourne (hihi). Tapi kembali lagi ke pilihan saya lebih spesifik ke bidang studi Master Occupational Health and Safety Science, UQ menurut pendapat saya lebih unggul karena memiliki S1 (bachelor) spesifik di bidang K3, selain itu UQ pernah bekerja sama dengan Kementerian saya di sekitar tahun 90an. Setelah saya search pun informasi mengenai kuliah di UQ dan kota Brisbane masih sedikit dibandingkan cerita kehidupan di Melbourne. Hal ini menjadi peluang bagi saya untuk bisa bercerita dan explore lebih banyak ketika saya sudah berkuliah disana nanti. Sounds interesting yes!

Dari seluruh alasan di atas saya akhirnya mantap memilih The University of Queensland, sebagai kampus tujuan saya untuk melanjutkan gelar Master saya.

Feel so excited! Next chapter saya cerita-cerita gimana dapetin LoA yaa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s