Life Path : Seleksi Substansi Beasiswa LPDP – Wawancara

Halo!

Selamat untuk teman-teman yang lolos seleksi administrasi maupun assessment online dan akan melanjutkan seleksi di tahap selanjutnya yaitu seleksi substansi. Kali ini, saya ingin share pengalaman saya mengikuti seleksi substansi LPDP di batch 4 2016. Setelah kemarin saya pernah share mengenai seleksi administrasi di postingan Life Path : Beasiswa LPDP The Series – Seleksi Administrasi kali ini mau share pengalaman pada saat seleksi substansi LPDP. Seperti di batch-batch sebelumnya, Seleksi Substansi terdiri dari 3 tahap seleksi yaitu:

  1. Essay On The Spot
  2. Leaderless Group Discussion
  3. Wawancara

Ketiga tahap tersebut dapat dilakukan setelah kita verifikasi dokumen yaaa. Jadi teman-teman akan mendapatkan jadwal seleksi substansi setelah dinyatakan lolos. Biasanya, seleksi substansi diawali dengan verifikasi dokumen awal oleh panitia seleksi. Oiya karena saya saat ini bekerja dan domisili di Makassar, lokasi tes saya diadakan di Gedung Keuangan Negara (GKN) Urip Sumohardjo Makassar. Saya mendapatkan jadwal seleksi di dua hari. Hari pertama saya hanya melaksanakan verifikasi dokumen, sedangkan hari kedua baru saya melaksanakan 3 proses seleksi substansi. Jadwal seleksi ini bisa berbeda-beda tergantung masing-masing peserta. Ada yang satu hari full verifikasi dokumen dan seleksi substansi, ada yang dua hari dan bahkan ada pula yang dapet jadwal 3 hari.

Verifikasi dokumen dilaksanakan dengan cukup cepat. Jadi pada saat kita masuk ke dalam ruangan untuk verifikasi dokumen, segera saja teman-teman mendaftar dengan menyerahkan kartu peserta untuk di-scan barcode, setelah itu menunggu namanya untuk dipanggil. Sistemnya mirip-mirip di bank, jadi nanti akan ada operator digital yang akan memanggil nama teman-teman untuk melaksanakan verifikasi dokumen. Waktu itu saya menunggu hanya sekitar 15 menit, langsung segera dipanggil. Setelah verifikasi selesai, saya langsung kembali ke Kantor karena saat itu pelaksanaan tes di hari kerja.

Besoknya saya dapet jadwal wawancara di pagi hari. Jadi, urutan wawancara, essay onthe spot dan LGD itu bisa acak. Tidak mesti urut. Ada keuntungan sendiri bagi saya mendapatkan jadwal wawancara di pagi hari. Dimana badan masih wangi, muka masih segar, dan jilbab belum kusut :p.

Wawancara LPDP merupakan item dari rangkaian seleksi substansi yang memiliki proporsi nilai yang sangat besar. Jadi perlu banget kalian maksimal disini. Sekitar 70% dari keseluruhan nilai ada di wawancara (batch 4 2016 lalu). Ditambah juga, jika kalian memenuhi syarat passing grade namun tidak direkomendasikan oleh interviewer, maka tetap kalian tidak dapat lolos beasiswa LPDP ini. Jadi tahap ini krusial sekali kawan!

Wawancara terdiri dari 3 orang interviewer. Kalo di blog-blog yang pernah saya baca katanya sih 2 orang adalah dosen dengan gelar minimal doktor dan  satu orang psikolog. Tapi jujur, saat itu saya tidak bisa membedakan yang mana dosen dan yang mana psikolog hahaha. Sebelum dimulai wawancara, interviewer akan memperkenalkan diri dan meminta izin kita apakah bersedia untuk direkam selama wawancara berlangsung dan lain sebagainya. Oiya, karena saya ingin melanjutkan studi ke luar negeri, 100% wawancara dilaksanakan dengan menggunakan bahasa inggris.  Ini bisa berbeda-beda, karena beberapa teman saya juga tujuan luar negeri tetapi wawancara tidak 100% dengan bahasa inggris.

Proses wawancara saya diawali dengan memperkenalkan diri. Menurut saya, bagaimana kita memperkenalkan diri di awal wawancara merupakan poin yang sangat penting. Kenapa? karena setelah kita memperkenalkan diri kita, interviewer akan mengembangkan pertanyaan-pertanyaannya dari apa yang kita sampaikan di awal. Pada saat itu yang banyak saya jelaskan adalah mengenai pekerjaan saya yaitu di bidang K3. Bagaimana Indonesia masih kekurangan SDM-SDM yang memiliki kompetensi di bidang K3, khususnya di Pemerintahan. Oiya jangan lupa teman-teman terus update dengan program Pemerintah yaa, karena banyak sekali jawaban yang saya sampaikan related dengan program Pemerintah yang sedang dan akan dijalani ke depannya. Pertanyaan di setiap interview pasti beda-beda, tetapi saya lebih banyak ditanyakan mengenai teknis bidang keilmuan saya dan urgensinya bagi indonesia. Ada juga pertanyaan kenapa saya memilih Australia sebagai negara tujuan studi saya, bagaimana cara saya beradaptasi di lingkungan yang baru, apa kontribusi yang telah kamu lakukan dan masih banyak lagi. Alhamdulilah wawancara berjalan dengan lancar. Mungkin saya beruntung karena interviewer yang mewawancarai saya baik-baik dan tidak mengintimidasi.

Karena ini hanya berdasarkan pengalaman saya saja, jadi kemungkinan besar teman-teman akan menghadapi proses wawancara yang berbeda. Tapi gapapa yaa, teman-teman bisa ambil yang baiknya, yang jeleknya jangan ditiru :p

Oiya saya punya tips receh (mihihihihii) untuk teman-teman dalam menghadapi wawancara. Berikut tips receh ala-ala dari saya :

  • Persiapan sebelum wawancara
    • Kuasai CV dan Essay yang kamu submit
      • Ga ada salahnya baca-baca kembali terutama poin-poin penting pada CV dan essay yang kamu submit. Jangan sampai interviewer menangkap kejanggalan karena CV dan essay yang kamu submit berbeda dengan yang kamu ucapkan.
    • Bawa dokumen pendukung aktivitas organisasi atau achievement kamu
      • Ini penting, jikalau teman-teman ditanya oleh interviewer bukti kalo teman-teman pernah menjalani aktivitas di organisasi, tapi kalo ga ditanyain ga perlu sih, kecuali ingin meyakinkan interviewernya.
    • Persiapkan kebugaran diri dengan tidak tidur larut di malam sebelum interview
    • Pakai pakaian yang rapi, sopan dan yang terpenting nyaman
    • Tiba di lokasi wawancara maksimal 30 menit sebelum jadwal interview, atau bahkan lebih baik pula 60 menit. Kenapa? Karena tidak menutup kemungkinan peserta sebelum kamu tidak hadir ataupun durasi wawancaranya yang cukup singkat.
    • Sarapan! Jangan sampe apa yang sudah ada dipikiran teman-teman untuk interview buyar hanya karena perut lapar, pastikan bawa bekal yaa.
    • Enjoy the process! Terkadang kita terlalu takut akan apa yang nanti akan dihadapi, tetap rileks dan percaya bahwa semua akan baik-baik saja.
    • Doa dan restu keluarga. Ga ada salahnya sambil menunggu panggilan, kita berdzikir atau berdoa sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing yaa.
  • Pada Saat wawancara
    •  Saat bertemu di meja interview
      • Ucapkan salam, assalamualaikum, selamat pagi, Pagi Pak/Bu
      • Duduklah saat dipersilakan untuk duduk, ada beberapa interviewer yang sebenarnya tidak masalah jika kita langsung duduk di kursi yang telah disediakan, akan tetapi karena kita tidak mengetahui sebelumnya tipikal interviewer, ada baiknya menunggu dipersilakan untuk duduk
      • Senyum! Berikan di 1 menit awal pertemuan teman-teman dengan interviewer memiliki kesan yang baik.
    • Saat memperkenalkan diri
      • Perkenalkan sesuatu yang sekiranya bisa meningkatkan kesan pertama yang baik pada interviewer, lebih bagus lagi kalo apa yang diperkenalkan tidak tercantum pada CV. Perkenalan ini penting. Karena akan menggiring interviewer ke pertanyaan-pertanyaan selanjutnya.
    • Mendengarkan pertanyaan
      • Dengarkan dengan seksama dan tunggu pertanyaan interviewer selesai terlebih dahulu, baru teman-teman menjawab pertanyaan. Jangan memotong pembicaraan yaa.
      • Jika tidak mengerti pertanyaan yang disampaikan oleh interviewer, bisa meminta interviewer untuk mengulangi pertanyaannya atau teman-teman memastikan kembali pertanyaannya kepada interviewer. Ini lebih baik dibandingkan teman-teman gengsi bertanya kembali dan akhirnya jawabannya “ga nyambung” yang bisa berakibat fatal.
    • Menjawab pertanyaan
      • Sangat dianjurkan teman-teman menjawab yang ke inti pertanyaan dengan lugas dan jelas.
      • Kontak mata dianjurkan diprioritaskan kepada interviewer yang bertanya, namun sesekali sebaiknya melakukan kontak mata pula dengan kedua interviewer lainnya, hal ini membuat interviewer lain merasa tetap dihargai.
      • Minimalisir “non-words” seperti mmm.. apa yaa.. ngg.. untuk mengantisipasinya lebih baik tarik nafas sebentar akan membuat kita kembali rileks.
      • Intonasi dan volume saat berbicara harus diperhatikan
      • Tetap senyum untuk momen-momen tertentu saat menjawab pertanyaan tapi jangan berlebihan senyumnya yaa :p
    • Menghadapi “blank”
      • Nah ini yang saya hadapi juga pada saat wawancara LPDP lalu. Seketika saya blank terutama ada kata dalam bahasa inggris yang saat itu saya tiba-tiba lupa. Untuk menghadapi hal ini, agar tidak terlihat blank dan menghabiskan waktu saya langsung mengucapkan versi bahasa indonesia dan dilanjutkan kembali dengan bahasa inggris. Intinya tetap percaya diri.
      • Tarik nafas, jeda 1-2 detik untuk mengsingkronkan kembali otak dan jawab kita yaa.. ga masalah kok yang penting tidak terlalu terlihat jelas.
  • Selesai Interview 
    • Ucapkan terima kasih, dan salam
    • Tetap tersenyum apapun yang terjadi
    • Jabat tangan dengan Percaya diri namun santun

Nahh.. begitu kira-kira pengalaman saya sewaktu menjalani proses seleksi substansi wawancara LPDP. Dua tahap lainnya saya ceritakan di postingan terpisah yaa. Goodluck teman-teman. Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Life Path : Seleksi Substansi Beasiswa LPDP – Wawancara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s