Tools Pengukuran Office Ergonomic : Rapid Office Strain Assessment (ROSA) – Part 2

Hola! Lanjutan dari penilaian risiko ergonomi Rapid Office Strain Assessment (ROSA) setelah di part 1 lalu Tools Pengukuran Office Ergonomic : Rapid Office Strain Assessment (ROSA) – Part 1 sampai di Chair Score, maka di postingan kali ini akan dibahas hingga final score.

Menghitung section B : Penilaian Telepon dan Monitor

ROSA Section B.png

Penjelasan masing-masing gambar untuk monitor adalah sebagai berikut :

Deskripsi Posisi dan Monitor Skor
Jarak antara pekerja dengan monitor sepanjang lengan (40 – 75 cm), eye level. Skor 1
Monitor terlalu rendah, membentuk sudut < 30o Skor 2

Jika jarak terlalu jauh ditambahkan +1

Monitor terlalu tinggi (Leher terpaksa melihat ke atas (extension) Skor 3
Leher berputar lebih dari 30o Ditambahkan +1
Terdapat pantulan cahaya ke layar monitor Ditambahkan +1
Tidak memiliki document holder Ditambahkan +1

Setelah menentukan skor monitor, tambahkan juga skor durasi. Ketentuan skor durasi adalah sebagai berikut :

  1. Jika bekerja terus menerus dilaksanakan kurang dari 30 menit atau kurang dari 1 jam per-hari maka skor total section A dikurangi 1
  2. Jika bekerja terus menerus dilaksanakan antara 30 menit – 1 jam atau 1 – 4 jam dalam sehari, maka skor total section A +0
  3. Jika bekerja terus menerus lebih dari 1 jam atau lebih dari 4 jam perhari, maka skor total section +1

Penjelasan masing-masing gambar untuk Telepon adalah sebagai berikut :

Deskripsi Posisi dan Telepon Skor
Menelepon dengan menggunakan headset atau mengangkat telepon dengan satu tangan postur leher netral dan nyaman Skor 1
Jarak telepon dengan pekerja terlalu jauh (lebih dari 30 cm) Skor 2

 

Menelepon dengan penopang leher dan bahu Ditambahkan +2
Tangan tidak bebas menggenggam telepon. Ditambahkan +1

Setelah menentukan skor telepon , tambahkan juga skor durasi. Ketentuan skor durasi adalah sebagai berikut :

  1. Jika bekerja terus menerus dilaksanakan kurang dari 30 menit atau kurang dari 1 jam per-hari maka skor total section A dikurangi 1
  2. Jika bekerja terus menerus dilaksanakan antara 30 menit – 1 jam atau 1 – 4 jam dalam sehari, maka skor total section A +0
  3. Jika bekerja terus menerus lebih dari 1 jam atau lebih dari 4 jam perhari, maka skor total section +1

Setelah skor monitor+durasi dan telepon+durasi didapatkan, masukan dalam tabel section B.

Section B Score

Contoh :

Skor Monitor+Durasi : didapatkan 3, Skor Telepon+Durasi : didapatkan 4. Maka berdasarkan tabel adalah skor section B adalah sebagai berikut :

Contoh Section B

Berdasarkan tabel section B, score B adalah 4.

Menghitung Section C

Section C Gambar

Penjelasan masing-masing gambar untuk penilaian mouse adalah sebagai berikut :

Deskripsi Penilaian Mouse Skor
Mouse sejajar bahu Skor 1
Letak mouse agak jauh, perlu effort untuk meraihnya. Skor 2

 

Letak mouse dengan keyboard tidak dalam satu permukaan Skor ditambahkan +2
Genggaman mouse menekuk Ditambahkan +1
Terdapat palmrest (sandaran) mouse Ditambahkan +1

Setelah menentukan skor mouse, tambahkan juga skor durasi. Ketentuan skor durasi adalah sebagai berikut :

  1. Jika bekerja terus menerus dilaksanakan kurang dari 30 menit atau kurang dari 1 jam per-hari maka skor total section A dikurangi 1
  2. Jika bekerja terus menerus dilaksanakan antara 30 menit – 1 jam atau 1 – 4 jam dalam sehari, maka skor total section A +0
  3. Jika bekerja terus menerus lebih dari 1 jam atau lebih dari 4 jam perhari, maka skor total section +1

Penjelasan masing-masing gambar untuk penilaian Keyboard adalah sebagai berikut :

Deskripsi Skor
Pergelangan lurus, bahu rileks Skor 1
Pergelangan terangkat <15o dan sudut keyboard terlalu miring Skor 2

 

Tangan berdeviasi (miring) Ditambahkan +1
Keyboard terlalu tinggi, bahu terangkat) Ditambahkan +1
Posisi Keyboard di atas melebihi kepala (terlalu tinggi) Ditambahkan +1
Permukaan meja dapat diatur (adjustable) Ditambahkan +1

Setelah menentukan skor Keyboard, tambahkan juga skor durasi. Ketentuan skor durasi adalah sebagai berikut :

  1. Jika bekerja terus menerus dilaksanakan kurang dari 30 menit atau kurang dari 1 jam per-hari maka skor total section A dikurangi 1
  2. Jika bekerja terus menerus dilaksanakan antara 30 menit – 1 jam atau 1 – 4 jam dalam sehari, maka skor total section A +0
  3. Jika bekerja terus menerus lebih dari 1 jam atau lebih dari 4 jam perhari, maka skor total section +1

Setelah skor mouse+durasi dan keyboard+durasi didapatkan, masukan dalam tabel section C.

Section C Tabel

Contoh :

Skor Mouse+Durasi : didapatkan 2, Skor Keyboard+Durasi : didapatkan 3. Maka berdasarkan tabel adalah skor section C adalah sebagai berikut :

Section C Score Contohj

Berdasarkan tabel section C, score C adalah 3.

Menentukan Score Monitor dan Periferal

Setelah mendapatkan score B (Monitor dan Telepon) dan Score C (Mouse dan Keyboard), langkah selanjutnya adalah menentukan score monitor dan periferal dengan menggunakan tabel berikut :

Score Monitor dan Periferal

Contoh : Score B (Monitor dan Telepon) telah kita dapatkan adalah 4, Score C (Mouse dan Keyboard) adalah 3. Maka, berdasarkan tabel score monitor dan periferal didapatkan hasil sebagai berikut :

Skor Monitor dan Periferal Contoh

Berdasarkan tabel di atas, skor Monitor dan Periferal adalah 4.

Menentukan Final Score ROSA

Final Score dari metode ROSA didapatkan dengan menggunakan tabel di bawah ini :

Untitled

Yaitu dengan menggabungkan nilai monitor dan periferal serta Chair Score yang sebelumnya telah kita bahas di Part 1 

Contoh :

Skor Monitor dan Periferal adalah 4, dan skor kursi (Chair Score) adalah 4, maka berdasarkan tabel tersebut Final Score dari penilaian dengan metode ROSA adalah sebagai berikut :

Untitled

Final Score adalah 4.

Yak! begitulah kira-kira cara melakukan penilaian risiko ergonomi dengan metode ROSA. Untuk melihat sumber asli-nya bisa search di ini ya teman-teman :

http://ergo.human.cornell.edu/

Rapid Office Strain Assessment Instruction 2011-2012

Jurnal Ilmiah Teknik Industri, Vol. 13, No. 1, Juni 2014

 

Tools Pengukuran Office Ergonomic : Rapid Office Strain Assessment (ROSA) – Part 1

Halo! Masih dalam rangkaian tools penilaian risiko ergonomi, kali ini saya ingin share mengenai tools penilaian ergonomi yang spesifik yaitu dengan menggunakan metode ROSA.

Rapid Office Strain Assessment (ROSA) adalah metode penilaian ergonomi untuk kantor dan pekerjaan yang berhubungan dengan komputer/administrasi. ROSA merupakan salah satu metode pada office ergonomics, dimana penilaiannnya dirancang untuk mengukur risiko yang terkait dengan penggunaan komputer serta untuk menetapkan tingkat tindakan perubahan berdasarkan laporan dari ketidaknyamanan pekerja (Sonne dkk., 2012).

Dalam metode ini penilaian dilakukan dengan menganalisa postur (yang di-capture dalam kamera) yang penilaian dilakukan dengan mengisi checklist, seperti penggunaan checklist pada REBA. Tujuan dari penilaian ergonomi ini adalah sebagai screening tools untuk mengidentifikasi prioritas pengendalian ergonomi di tempat kerja.

Langkah-Langkah Skoring pada ROSA

  1. Penilaian Kursi/Tempat Duduk (Section A)

a. Penilaian Tinggi Kursi dan Pan Depth (Dudukan Kursi)

Kursi ROSA

Deskripsi Gambar Untuk Tinggi Kursi/Chair Height (Dari Kiri ke Kanan) Skor
Lutut membentuk  90o Skor : 1
Kursi terlalu rendah, Lutut membentuk sudut < 90o Skor : 2
Kursi terlalu tinggi, Lutut membentuk sudut > 90o Skor : 2
Kaki tidak menapak ke lantai Skor : 3
Tempat duduk sempit dan tidak leluasa, sehingga memaksa kaki untuk menekuk. Ditambahkan +1
Kursi tidak dapat di-adjust (diatur) untuk menyesuaikan tinggi kaki Ditambahkan +1
Deskripsi Gambar Untuk Lebar Dudukan/ Pan Depth (Dari Kiri ke Kanan) Skor
Jarak antara lutut dan ujung kursi sekitar 7,62 cm Skor 1
Dudukan kursi terlalu panjang ke depan (jarak antara lutut ke permukaan dudukan kursi kurang dari 7,62 cm) Skor 2
Dudukan kursi terlalu sempit (jarak antara lutut ke permukaan dudukan kursi lebih dari 7,62 cm) Skor 2
Kursi tidak dapat di-adjust (diatur) untuk menyesuaikan dudukan kursi Ditambahkan +1

Skor Tinggi Kursi dan Lebar Dudukan Kursi kemudian dikalkulasi. Contohnya jika skor kursi = 3 dan skor lebar dudukan kursi = 2 maka skor keduanya adalah 3+2 = 5. Angka ini akan digunakan untuk mencari skor kursi secara keseluruhan dengan menggunakan tabel skor A.

Langkah selanjutnya adalah mencari skor untuk arm rest (sandaran lengan) dan back support (sandaran punggung).

Arm Rest ROSA

Deskripsi Gambar untuk Arm Rest (Sandaran Lengan) Skor
Siku tersangga dengan baik, rileks, dan sejajar dengan bahu. Skor 1
Siku terlalu tinggi, bahu terangkat/terlalu turun atau tidak adanya penyangga lengan. Skor 2
Penyangga terlalu keras atau mudah rusak Ditambahkan +1
Penyangga lengan terlalu lebar Ditambahkan +1
Sandaran tangan tidak dapat di-adjust (diatur) untuk menyesuaikan tinggi kaki Ditambahkan +1

Back Support ROSA

Deskripsi Sandaran Punggung Skor
Sandaran punggung menyangga keseluruhan punggung dan tulang belakang dengan baik, sandaran punggung berkisar antara 95o dan 110o Skor 1
Tidak terdapat sandaran tulang belakang, atau sandaran hanya menyangga sebagian punggung Skor 2
Sudut yang dibentuk sandaran kursi melebihi 110o atau sudut kursi terlalu maju ke depan, kurang dari 95o Skor 2
Tidak ada sandaran punggung sama sekali atau posisi pekerja bersandar ke depan. Skor 2
Permukaan meja terlalu tinggi (bahu terangkat) Ditambahkan +1

Skor Sandaran Lengan dan Sandaran Punggung kemudian dikalkulasi. Contohnya jika skor sandaran lengan = 2 dan skor sandaran punggung = 2 maka skor keduanya adalah 2+2 = 4 Angka ini akan digunakan untuk mencari skor kursi secara keseluruhan dengan menggunakan tabel skor A seperti di bawah ini :

Tabel A ROSA

Skor dalam tabel A adalah 4. Skor ini masih harus ditambah skor durasi dengan ketentuan sebagai berikut :

Untuk mendapatkan nilai Total Kursi (chair score) harus ditambahkan dengan skor durasi penggunaan kursi. Skor durasi diisi dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Jika bekerja terus menerus dilaksanakan kurang dari 30 menit atau kurang dari 1 jam per-hari maka skor total section A dikurangi 1
  2. Jika bekerja terus menerus dilaksanakan antara 30 menit – 1 jam atau 1 – 4 jam dalam sehari, maka skor total section A +0
  3. Jika bekerja terus menerus lebih dari 1 jam atau lebih dari 4 jam perhari, maka skor total section +1

Chair Score =  Skor Section A + Skor Durasi

Contoh : Jika Skor Section A = 4, skor durasi = 0

Chair Score = 4

Nah Chair Score ini akan digunakan untuk skor akhir ROSA.

Kelanjutan penilaian ROSA ini kita bahas di chapter selanjutnya! Klik link di bawah ini untuk lanjut belajar metode ROSA.

Tools Pengukuran Office Ergonomic : Rapid Office Strain Assessment (ROSA) – Part 2

One Day in New York – Satu Hari Menjelajah Kota New York

One Day in New York – Satu Hari Menjelajah Kota New York

Mohon maaf postingan saya kali ini senang-senang dulu yes. Masih dari sisa-sisa kenangan selama 1,5 bulan di Amerika Serikat saya mengikuti Program YSEALI. Di sela-sela padatnya kegiatan dalam mengikuti program YSEALI Fall 2017, saya menyempatkan satu hari berkunjung ke New York! One Day in New York.

Jadi, dalam program YSEALI ini saya ditempatkan di salah satu urban city di US, yaitu Kota Baltimore yang terletak di Maryland State. Jarak dari Baltimore ke New York sekitar 191,5 mil (nyontek google :p), atau kalo dengan mengendarai mobil sekitar 3 jam-an. Setelah minta izin sama host kalo suami yang lagi short course di Newport akan mengunjungi saya pada saat weekend, akhirnya saya diperbolehkan untuk jenjalan ke New York sama suami. Yeay! Alhamdulilah kesampean juga “pacaran” ala-ala film Hollywood gitu hahahaha.

Suami kebetulan sewa mobil dari Newport, Rhode Island ke Baltimore dan dari Baltimore ke New York kita pun naik mobil sewaan itu. Mungkin perjalanan dari Baltimore ke New York itu mirip-mirip Cikarang-Tangerang lah yaa. Nah selama perjalanan Baltimore-New York mostly kita ngelewatin highway alias jalan tol. Ada yang bayar ada yang enggak pintu tolnya. Kalo ga salah kita ngelewatin 2 State, yaitu Delaware dan New Jersey. Kalo teman-teman liat peta New York City di peta benua Amerika, maka teman-teman akan liat kota ini sebenernya agak mepet-mepet ke New Jersey. Bahkan Liberty island destinasi yang kita kunjungi pertama kali, kita memilih untuk nyebrang melalui New Jersey, karena lebih deket.

Oiya karena waktu kami terbatas, selain suami harus nyetir balik ke Newport (selama 7-8 jam dari Baltimore) di keesokan harinya plus harga sewa kamar di New York City ampun-ampunan, jadilah kita memilih untuk jenjalan satu hari di New York alias Pulang-Pergi. Destinasi apa saja yang bisa kita kunjungi selama satu hari di New York? Berikut rinciannya :

  1. Liberty Island

Destinasi pertama kita adalah liberty island! Ga afdol kayaknya ya kalo ga ke trademark-nya New York. Dari Baltimore kita berangkat pukul 07.00 dan sampe di Pelabuhan penyeberangan sekitar pukul 10.30. Udah lumayan kesiangan sih sebenernya, tapi mau gimana lagi. Akhirnya kita langsung beli tiket kapal untuk nyebrang dan liat Liberty Statue. Ke sini ga Cuma liat patung liberty sih, tapi juga ada museum imigrasi di Ellies Island. Kalo yang udah tau sejarahnya pasti paham lah ya museum ini mengenai apa. Disini selain selfie dan mengagumi luar biasanya patung liberty, kita juga nyempetin makan siang di salah satu food court yang ada di liberty island.

  1. Central Park, Manhattan

Itinerary-nya udah lumayan disusun untuk pergi ke tempat-tempat kece di New York, tapi tetep aja sih agak susah di hari H karena di New York ga boleh sembarangan parkir yekann. Jadi, sebelum sampe di New York, kebetulan suami udah book tempat parkir supaya nanti ga ribet bawa-bawa mobil, malah kelamaan cari tempat parkir. Kita juga memutuskan untuk jalan kaki aja di dalem kota New York. Jadilah suami cari tempat parkir yang deket sama central park. Kita benar-benar sampe di Central Park sekitar jam 3 sore. Oiya Taman ini sering dijadiin syuting film romantisnya Hollywood. Ditambah kesana pas musim gugur. Super Cantik!

  1. Times Square

Makan, Keliling Central Park, Foto-Foto, dan Kentjan lumayan menguras waktu di Central Park. Rencana mau ke Brooklyn Bridge, Empire State dan tempat-tempat famous lain apalah daya waktu sudah menunjukkan pukul 17.00. Akhirnya kita memutuskan untuk ke Times Square yang letaknya ga terlalu jauh dari Central Park (terjangkau dengan jalan kaki). Times Square jadi destinasi “jalan kaki” kita yang terakhir sambal liat gemerlap dan gegap gempitanya Kota New York. Disini juga banyak dijual merchandise dan souvenir dan sebagian besar Made in China :P. Karena kita sadar perjalanan pulang ke kota Baltimore masih sangat jauh, alhasil kita menyudahi jalan-jalan satu hari kita di Kota New York.

IMG_5076

  1. Fifth Avenue

Nah kalo ini tadinya saya taunya cuma nama girl group (eh itu fifth harmony ya?) disini kita cuma lewat aja sih sambil menikmati sisa-sisa perjalanan gemerlapnya Kota New York 😛

Akhirnya kita benar-benar meninggalkan kota New York sekitar pukul 22.00 dan tiba di Home 2 suites Baltimore pukul 01.00. Kebayang gimana suami yang besok paginya harus kembali pulang ke Newport dan nyetir selama 7 – 8 jam. Wah tapi setidaknya akhirnya kita bisa malem mingguan di Kota New York dan beneran kentjan di Central Park! Semoga suatu saat  bisa kembali ke New York dan berkunjung ke tempat-tempat lainnya. See you on next post!

Job Safety Analysis : Penilaian Bahaya dan Risiko di Tempat Kerja (Workplace Hazard Analysis)

Hola!

Salah satu “oleh-oleh” yang saya dapatkan dari program YSEALI Fall 2017 adalah berkesempatan mengikuti pelatihan JSA (Job Safety Analysis) yang biasa digunakan untuk melaksanakan penilaian bahaya dan risiko di tempat kerja. Supaya semua bisa mendapatkan informasinya, yuk kita ketahui apa itu JSA? bagaimana melaksanakan JSA? dan informasi lain terkait JSA.

Definisi dan Pengertian

Penilaian bahaya adalah proses secara sistematis dalam mengevaluasi bahaya atau potensi bahaya yang ada pada aktivitas pekerjaan. Secara lengkap sebelum mengetahui lebih lanjut, kita ketahui terlebih dahulu pengertian Bahaya (Hazard) dan penilaian (assessment). Bahaya adalah setiap kegiatan , praktik, perilaku, bahan, kondisi atau kombinasinya yang dapat menyebabkan cedera atau penyakit bagi seseorang. Sedangkan untuk penilaian (assessment) adalah proses mengidentifikasi bahaya sehingga bahaya tersebut dapat dieliminasi maupun dikendalikan.

Tujuan Penilaian Bahaya

Tujuan dari penilaian bahaya di tempat kerja antara lain:

  1. Mengidentifikasi masalah untuk memperbaiki atau mengendalikan bahaya tersebut.
  2. Sebagai acuan untuk membuat program keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif.
  3. Sebagai komponen kunci dari seluruh program keselamatan dan kesehatan kerja.
  4. Sebagai pemenuhan perundang-undangan.

Secara detail, penilaian bahaya di tempat kerja merupakan pendekatan dan proses yang sistematis dengan melibatkan :

  1. Dokumentasi dan pencatatan penilaian aktivitas di tempat kerja.
  2. Melihat dan observasi bahaya dan potensi bahaya yang ada.
  3. Mempertimbangkan dan mengimplementasikan metode maupun praktik untuk mengendalikan ataupun mengeliminasi bahaya dengan Engineering Control, Administrative Control, dan Personal Protective Equipment (PPE).
  4. Menuangkan secara tertulis dari hasil evaluasi tempat kerja, ditandatangani oleh orang yang melaksanakan penilaian dan membubuhkan tanggal pelaksanaan penilaian bahaya di tempat kerja.

Tools Penilaian Bahaya di Tempat Kerja

Dalam melaksanakan penilaian bahaya di tempat kerja, terdapat tools yang dapat digunakan antara lain:

  1. Job Safety Analysis (JSA)
  2. Process Hazard Analysis (PHA)
  3. MOC (Management of Change)
  4. System Analysis (SA)
  5. Phase Analysis (PA)
  6. PM Records

Gunakanlah tools tersebut sebagai alat bantu dalam membuat dasar maupun benchmark dari penilaian bahaya di tempat kerja. Dalam artikel ini akan lebih membahas poin nomor 1, yaitu Job Safety Analysis (JSA).

Job Safety Analysis (JSA)

Untuk lebih dapat memahami penilaian bahaya dengan metode JSA, maka kita ketahui lebih dahulu pengertian dari JSA. JSA seringkali disebut AKA, JHA, dan PHA. Terdapat beberapa pengertian dari JSA antara lain :

  1. Proses memecahkan aktivitas menjadi langkah kerja.
  2. Metode untuk mengidentifikasi dan mengendalikan atau mengeliminasi bahaya.
  3. Langkah sederhana dengan tujuan karyawan dapat dengan mudah memahami bahaya dan pengendalian yang harus dilakukan.
  4. Teknik yang memfokuskan pada job tasks sebagai cara untuk mengidentifikasi bahaya sebelum terjadi kecelakaan maupun penyakit akibat kerja.
  5. JSA fokus pada hubungan dan interaksi antara pekerja, aktivitas/tugas, peralatan dan lingkungan kerja.
  6. Setelah bahaya yang belum dikendalikan (uncontrolled hazards) teridentifikasi perlu dilakukan eliminasi ataupun pengendalian bahaya tersebut.

Manfaat dari penilaian bahaya dengan JSA :

  1. Membantu dalam mengidentifikasi persyaratan alat pelindung diri (APD) yang harus digunakan seperti pelindung pendengaran, mata, tangan, kaki, kepala, tubuh, pernapasan, peralatan bantuan manual handling dll.
  2. Membantu dalam mengidentifikasi sumber energy berbahaya – LOTO seperti sumber panas, listrik, hydraulic, pneumatic energy, kimia, kinetik, mekanikal, sentrifugal, gravitasi dll.
  3. Keterlibatan pekerja secara aktif dalam penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja.
  4. Meningkatkan komunikasi dan kepercayaan (trust) antara manajemen dan karyawan.

Pelaksanaan JSA dapat melibatkan berbagai pihak. Dalam perusahaan, pihak yang dapat terlibat antara lain :

  • Personil Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  • Manajer di lokasi dibuatnya JSA
  • Operator
  • Teknisi yang mendesain peralatan
  • Personil Maintenance
  • Konsultan K3

Oleh karena itu, daftar personil di atas membutuhkan pelatihan bagaimana pembuatan dan pelaksanaan JSA di tempat kerja agar pelaksanaan JSA dapat dilaksanakan dengan baik.

Langkah-langkah pelaksanaan JSA dapat dilakukan dengan :

JSa

  1. Menentukan aktivitas pekerjaan untuk pelaksanaan JSA

Sebelum melaksanakan JSA, diperlukan penentuan aktivitas pekerjaan dengan membuat daftar aktivitas pekerjaan yang dirasa memerlukan penilaian bahaya. Dalam penentuan aktivitas pekerjaan ini dapat dilakukan dengan mempertimbangkan aktivitas pekerjaan yang memiliki risiko terjepit, kontak dengan bahan berbahaya, potensi terkena paparan bahan/benda bergerak, terjatuh, maupun terpeleset. Pekerjaan-pekerjaan ini dapat berupa :

  1. Bekerja di ketinggian
  2. Pengangkatan, angkat-angkut, mendorong, menarik, dan pekerjaan manual handling lainnya.
  3. Bekerja dekat dengan peralatan yang dekat dengan sumber energi.
  4. Penggunaan cranes, alat bantu pengangkatan atau peralatan mesin lainnya.
  5. Bekerja sendiri atau bekerja di area yang terisolasi.
  6. Pekerjaan lainnya yang mengharuskan pekerja naik ke atas maupun di bawah area kerja, seperti penggalian.

Dalam menentukan aktivitas pekerjaan untuk melaksanakan JSA, diperlukan pula data tambahan dengan mengkaji ulang data-data sebagai berikut :

  1. Riwayat cedera/penyakit akibat kerja
  2. Laporan Insiden – Nearmiss
  3. Data statistik kejadian First Aid
  4. Safety Data Sheet (SDS)
  5. Notulen rapat K3
  6. Laporan Inspeksi K3
  7. JSA sebelumnya
  8. Prosedur kerja yang ada
  9. Manual dari peralatan
  10. Data preventive maintenance
  11. Regulasi pemerintah

 

  1. Menentukan dan mencatat langkah-langkah dari aktivitas pekerjaan tersebut

Setelah kita menentukan aktivitas pekerjaan yang akan dilaksanakan JSA, maka selanjutnya kita catat langkah-langkah aktivitas pekerjaan tersebut. Mencatat langkah kerja adalah dengan :

  1. Mengobservasi aktivitas pekerjaan.
  2. Mencatat informasi untuk mendeskripsikan secara benar langkah yang dilakukan. Dalam pencatatan ini perlu menghindari langkah pekerjaan yang terlalu detail maupun deskripsi yang terlalu panjang serta hindari langkah yang terlalu umum sehingga banyak langkah yang tidak tercatat.
  3. Ambil gambar atau video di masing-masing langkah pekerjaan.
  4. Setelah itu, review langkah-langkah tersebut dengan karyawan.
  5. Libatkan karyawan dalam seluruh aktivitas analisis.

JSA Filled

Contoh Pengisian Formulir JSA : JSA pada pekerjaan membersihkan Cyclone

foto JSA

Isian JSA Latihan3. Mengidentifikasi bahaya dari masing-masing langkah pekerjaan

Dalam tahap ini diperlukan analisis dengan pertanyaan-pertanyaan seperti :

  1. Apa yang terjadi jika terdapat kesalahan?
  2. Apa konsekuensi dari aktivitas pekerjaan ini?
  3. Bagaimana bahaya dapat muncul?
  4. Apa saja faktor yang berkontribusi?
  5. Seberapa sering bahaya dan risiko dapat terjadi?

4. Mendeskripsikan cedera/injury yang mungkin terjadi dari bahaya tersebut

Pada langkah ini pengamat memerlukan informasi mengenai jenis bahaya apa saja yang dapat terjadi dan potensi cedera apa saja yang didapatkan. Informasi mengenai hal tersebut  dijelaskan dalam tabel di bawah ini:

Jenis Bahaya Potensi Cedera
Terjepit, Terpotong Luka memar, luka tergores, amputasi, fatality
Bahan Kimia Berbahaya Terbakar, kebutaan, penyakit akut dan kronis, fatality.
Bahaya Listrik Tersengat listrik, terbakar, amputasi, kebutaan, fatality
Bahan Mudah Terbakar Terbakar, amputasi
Bising dan Getaran Muntah, kerusakan syaraf, penurunan pendengaran
Manual Handling (Mengangkat, Menarik, Mendorong) Strain, Sprain, dan Musculoskeletal Disorders lainnya
Tertabrak/Terkena Luka memar, luka tergores, amputasi, fraktur tulang, fatality
Terpeleset, Terjatuh, Tersandung Luka memar, fraktur tulang, fatality
Suhu Heat/Cold stress, terbakar, stroke, fatality
Gas beracun, fumes, vapor atau debu Penyakit akut.kronis, asfiksia, terbakar, fatality

5. Mengidentifikasikan cara untuk mengeliminasi atau mengendalikan bahaya

Setelah bahaya dan risiko teridentifikasi, selanjutnya adalah mengetahui pengendalian apa yang sesuai. Jika terdapat potensi bahaya, langkah awal adalah menentukan pengendalian teknis (engineering control), administratif (administrative) dan membuat prosedur. Penyediaan alat pelindung diri yang tepat dan efektif merupakan pengendalian terakhir.

Revisi Job Safety Analysis

Revisi atau perbaikan JSA dilakukan ketika telah terjadi kecelakaan kerja dan cedera. Selain itu JSA direvisi pada saat terdapat perubahan pekerjaan/aktivitas, setelah terjadi keadaan berbahaya, jika peralatan mengalami kerusakan, dan pada saat jadwal kaji ulang rutin, seperti setahun sekali ataupun dua tahun sekali.

Sumber : Pelatihan Job Safety Analysis, Maryland Occupational Health and Safety (MOSH), 2017.

Patapsco Wastewater Treatment Tour

Dalam program YSEALI Professional Fellows Program Fall 2017 ini, saya di tempatkan di Baltimore City, Maryland. Saya berkesempatan untuk mengunjungi wastewater treatment plant dan landfill yang dikelola oleh Departemen of Public Works-nya Baltimore City. Jadi Baltimore itu merupakan salah satu Kota yang tua di Amerika dan merupakan salah satu kota yang bersejarah. Walaupun ga se-terkenal New York, Chicago dan Capital City lainnya, Baltimore City juga salah satu kota yang populasinya banyak loh di Amerika. Tapi, sebanyak-banyaknya populasi di Amerika, ga bisa ngalahin populasi kota-kota di Indonesia sih ;p.

Alright, karena kota ini salah satu kota saksi sejarah, maka pemerintah kota ini udah punya sejak lama waste water treatment untuk kotanya. Wow! saya berkesempatan untuk berkunjung ke salah satu wastewater treatment tertua di Baltimore City, yaitu Patapsco wastewater treatment plant. Wastewater treatment plant ini dibangun pada tahun 1918 untuk memberikan pelayanan ke seluruh penduduk kota Baltimore. Semakin lama, plant ini semakin berkembang dan ekspansi, karena penduduk Kota Baltimore makin banyak. Tujuannya adalah mengurangi water pollutant yang dibuang ke sungai dan lauut. Jadi mereka mengelola limbah-limbahnya penduduk Baltimore City.

Jadi lingkup air limbah yang di-treatment di sini adalah air yang telah digunakan untuk kegiatan rumah tangga (nyuci, masak, mandi dll), bisnis, ataupun industri dan juga mengandung endapan-endapan padat. Semuanya akan dialirkan ke salah satu plant, di-treatment (makanya banyak pipa-pipa besar dan kolam besar), kontaminan-nya dibuang dan pada akhirnya akan aman untuk dialirkan ke lingkungan seperti aliran sungai maupun laut.

Di Patapsco wastewater treatment ini terdisi dari beberapa bagian, mungkin kurang lebih sama dengan wastewater treatment lainnya ;

  1. Laboratory
  2. Preliminary dan Primary Treatment
  3. Sludge Thickening
  4. Secondary Treatment Facilities
  5. Final Treatment/disinfection
  6. Future and Completes Improvements

Pada tour ini, saya dipandu oleh karyawan yang sudah bekerja selama kurang lebih 41 tahun! nama George, dia dengan berapi-api menjelaskan mengenai wastewater treatment ini. Seru!

35219193-DA95-4F1D-9737-D5F917840571.jpeg

Saya kurang tau juga sih pengelolaan lingkungan terutama air di Indonesia seperti apa, yang saya tahu hanya pengelolaan air limbah di Perusahaan. Tapi sepertinya masih belum ada pengelolaan seperti ini, kecuali air minum seperti PDAM. Tapi akan lebih baik kalo setiap kota di Indonesia punya seperti ini, suaya laut, sungai ga tercemarr.

Terbang dengan Japan Airlines – Transit di Bandara Narita, Tokyo

Hello!

Seperti yang sudah saya sampaikan di blog saya sebelumnya bahwa saya menjadi salah satu fellows untuk program YSEALI Professional Fellows Program Fall 2017, dan berkesempatan untuk terbang ke United States dan menjalankan fellowship selama kurang lebih 6 minggu di sini. Perjalanan saya dinyatakan sebagai fellows bisa diakses disini yaaa Don’t dare to dream BIG! – Road to YSEALI Fall 2017

Alhamdulilah ini hari ke-11 saya ada di Amerika Serikat atau hari ke-5 saya di Department of Public Works (DPW) Baltimore City, Maryland. Karena postingan serius yang bertemakan kantor sudah ku posting di blog-nya ICMA di blog pribadi ku ingin share mengenai serba-serbi perjalanan saya ke Amerika Serikat.

Ini adalah pengalaman pertama saya pergi ke luar negeri, pengalaman saya dapet visa, dan pengalaman saya naik pesawat lebih dari 20 jam! iya 20 jam! Jadi saya berangkat ke Amerika Serikat pukul 06.25 WIB dari Bandara Soetta dengan maskapai Japan Airlines. Karena ini pengalaman pertama banget, jadi saya udah siap siaga di bandara jam 03.00 pagi dan Check-in Counternya belum buka. Check in counter baru buka jam 03.30, jadi cukup lumayan ya nunggunya sambil bercengkrama dengan fellows dari indonesia lainnya.

Setelah check-in, melewati imigrasi, solat subuh, finally kita berangkat menuju US! Kebetulan sebelum menginjakkan kaki di Paman Sam, kita akan transit dulu di Jepang, baru lanjut ke New York dan disambung lagi pesawat kecil ke Washington DC. Perjalanan ke narita ini memakan waktu sekitar hampir 8 jam! Coba bayangkan bagaimana kebetean melanda di atas pesawat? tapi saya sama sekali ga bosan di dalam pesawat JAL ini, karena super nyaman walau kelas ekonomi, awak kabinnya super ramah, makanannya hmmm.. lumayanlah yaa dan yang paling penting ada game tetrisnya! haha. Oke yuk lihat foto-foto saya di dalam pesawat Japan Airlines.

Tetris dan Makanan di Japan Airlines

Setelah 7 jam 40 menit melayang-layang di udara, akhirnya sampaaii di Narita Airport. Di sini kita transit selama dua jam, dan waktu dua jam itu cukup buat kita solat, dan ga keburu-buru juga. Bahkan teman-teman yang lain sempet bisa liat-liat outlet di dalem Bandara. Bandara Narita ini gedaaaaaa pisan, mungkin mirip-mirip terminal 3-nya Soekarno Hatta dengan lebih banyak outlet di dalamnya. Oiya hal yang bikin takjub dan alhamdulilah, bandara ini menyediakan fasilitas untuk muslim solat. Begini tampilan musholla-nya.

IMG_4700

Letaknya kalo abis landing dan pemeriksaan, turun satu lantai escalator

Tampilan musholla di Bandara Narita, Tokyo, Jepang

Superr cozyy.. nyaman banget dan tenang juga. Tapi sayang di jepang saya hanya transit untuk melanjutkan penerbangan ke New York Amerika Serikat. Next kalo ada rejeki, ingin sekali kujelajahi kota ini! Perjalanan dari Tokyo ke New York, New York Washington DC akan ku share di postingan selanjutnya ya.

Pembuatan Visa J1 Exchange Program

Halo!

Masih dalam rangka persiapan untuk Program YSEALI (Young South East Asian Leaders Initiative) Fall 2017, kali ini saya ingin share proses pembuatan Visa J1 saya. Jadi dalam program YSEALI ini seluruh fellows akan menggunakan visa non immigrant J1 untuk bisa berangkat ke US dan mengikuti program YSEALI selama kurang lebih 5.5 minggu.

Apa itu visa J1? Visa J1 adalah visa yang biasa digunakan untuk mengikuti program exchange ke Amerika Serikat. Nah pemegang Visa J1 ini harus segera kembali setelah program dan baru bisa apply kembali untuk visa immigrant atau visa bekerja setelah 2 tahun. Jadi selama 2 tahun itu kita harus mengabdi dulu untuk bangsa dan negara. Pikir saya, saya toh tidak berniat untuk apply visa imigran atau bekerja di US sana hehe. Bolehkah jika kita ingin apply visit sebagai turis atau belajar melanjutkan kuliah disana?  jika belum 2 tahun? jawabannya adalah boleh. Detail untuk masing-masing jenis visa dapat diakses di link ini ya! US Travel

Karena saya akan mengikuti program yang disponsori oleh Department of State, pengurusan visa ini bisa dibilang lebih ringan dibandingkan mengajukan sendiri. Tapi langkah-langkahnya ga jauh beda kok. Oh iya karena saya disponsori oleh Department of State, jadi bebas biaya, jika teman-teman mengajukan sendiri, biaya pembuatan visa J1 adalah 160 dollar. Nah, berikut langkah-langkah pengurusan Visa J1 Exchange Program :

Mengisi aplikasi online di Consular Electronic Application Di aplikasi ini kita mengisi data kita seperti personal, sponsor kita siapa, akan stay dimana selama disana, data orang tua kita, data suami/anak, data pekerjaan kita, security questions yang banyak itu dan masih banyak lagi. Pastikan semua data kita tidak ada kesalahan ya. Setelah selesai mengisi data kita, kita akan mendapatkan confirmation page yang bisa dikirimkan ke email kita.

Jadwal wawancara. Karena saya dan teman-teman pembuatan visanya dikoordinir dari US Embassy, saya hanya mendapatkan berita jadwal wawancara melalui email dari pihak Kedutaan. Tapi untuk teman-teman yang mengajukan sendiri, dapat pula menyesuaikan jadwal wawancara secara online.

Wawancara Visa. jadi ini pertama kalinya saya mengurus visa untuk luar negeri dan langsung dihadapkan dengan ketatnya keamanan dari Kedutaan besar Amerika! Sebelum interview kita akan dibariskan dua banjar, disitu petugas wanita dari kedutaan mengarahkan apa saja yang tidak boleh dibawa ke dalam seperti, handphone, powerbank, charger apapun, earphone, aneka kabel, makanan, minuman, flashdisk, hardisk. Teman-teman yang membawa makanan dan minuman pun harus menghabiskannya sebelum masuk ke dalam Kedutaan di Jln Medan Merdeka, Jakarta atau membuangnya ke tempat sampah yang telah disediakan. Oiya dokumen kelengkapan untuk interview visa yang saya bawa adalah ID Card (KTP), confirmation page, print out aplikasi online, foto 5×5 background putih, dan paspor tentunya. Selain itu karena kebetulan suami lagi disana dengan memegang visa non-immigrant juga, saya membawa kelengkapan buku nikah, ITO suami, dan surat tugas suami. Tapi ternyata saya too Overprepared (tapi gapapa buat jaga-jaga). Lebih baik semua dokumen tersebut dimasukkan ke dalam 1 Map untuk memudahkan. Setelah masuk dengan pengecekan yang super ketat, saya sampai di ruang tunggu interview visa, untungnya kita serombongan, jadi walau tanpa HP pun menunggu jadi tak terasa huehehehe. Oiya jangan takut kehausan, karena disana disediakan air minum.

Setelah kita masuk, kita nanti akan mengantri sebanyak 3 orang setiap kloternya untuk register dan scan sidik jari. Setelah menunggu kurang lebih sekitar 10 menit, nanti kita akan dipanggil oleh konsuler bule untuk melaksanakan interview. Terasa dag-dig-dug apalagi teman saya pernah ditolak pengajuan visa turisnya ke US karena ada temannya disana, lah ini ada suami disana gimana dong? Tapi ternyata interview berjalan sekitar 5 menit, dan hanya ditanyakan pertanyaan-pertanyaan umum seputar Program Exchange, sudah menikah? Sudah punya anak? dan voila! dapat kartu putih tanda visa akan diproses. yeay! Tetapi saya juga dapat kertas hijau, karena masih ada kelengkapan yang belum terpenuhi seperti DS-2019 yang merupakan lembar sakti untuk berkunjung ke Amerika. Jadi sebelum pelaksanaan interview via, dari pihak Embassy email jikalau sesungguhnya saya dapet jadwal interview Visa di Surabaya, tetapi karena saya memohon untuk bisa di jakarta, si Kertas DS-2019 masih dalam perjalanan dari Surabaya menuju Jalan Medan Merdeka. Tapi no worries sih, visa tetap granted!

Dan saat ini H-2 minggu saya akan berangkat menuju Washington DC, US! Sampai jumpa di blog mengenai YSEALI dan trip to US lainnya! 🙂